Selasa, 10 Maret 2020

DUA RUKUN SYAHADAT

┈┉┅━━━•❖❅❖•━━━┅┉┈
*DUA RUKUN SYAHADAT _"LAA ILAAHA ILLALLAAH"_*
┈┉┅━━━•❖❅❖•━━━┅┉┈

*Rukun “Laa ilaaha illallah”*

Laa ilaaha illallaah mempunyai dua rukun:

*An-Nafyu atau peniadaan*: “Laa ilaaha” membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah.

*Al-Itsbat (penetapan)*: “illallaah” menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya.

Makna dua rukun ini banyak disebut dalam ayat Al-Qur’an, seperti firman Allah _Subhanahu wa Ta’ala_

“Artinya : Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beri-man kepada Allah, makasesungguhnya ia telah berpegang kepa-da buhul tali yang amat kuat …” [Al-Baqarah: 256]

Firman Allah, “siapa yang ingkar kepada thaghut” itu adalah makna dari “Laa ilaha” rukun yang pertama. Sedangkan firman Allah, “dan beriman kepada Allah” adalah makna dari rukun kedua, “illallah”. Begitu pula firman Allah _Subhanahu wa Ta’ala_ kepada Nabi Ibrahim _alaihis salam :_

“Artinya : Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku …”. [Az-Zukhruf: 26-27]

Firman Allah _Subhanahu wa Ta’ala,_  *“Sesungguhnya aku berlepas diri”* ini adalah makna nafyu (peniadaan) dalam rukun pertama. Sedangkan perkataan, “Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku”, adalah makna itsbat (penetapan) pada rukun kedua.

[Disalin dari kitab At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali, Edisi Indonesia Kitab Tauhid 1, Penulis Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan, Penerjemah Agus Hasan Bashori Lc, Penerbit Darul Haq]

#serialtauhid
•════════▪◎❅◎▪════════•

Tidak ada komentar:

Posting Komentar