WASPADA TERHADAP KISAH-KISAH TAK NYATA
Penyusun : Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir as-Sidawi
KISAH AL QOMAH, ANAK YANG DURHAKA ?
~Kisahnya~
Al Qomah adalah seorang ahli ibadah. Tatkala dia dalam sakaratul maut, lidahnya tidak dapat mengucapkan kalimat La Ilaha illallah. Rasul pun mendatanginya seraya bertanya kepada para shahabatnya, “Apakah ibunya masih hidup?”
Jawab mereka, “Masih.”
Sang ibu pun dihadirkan, lantas menjelaskan bahwa dirinya telah mengutuk si anak (Al-Qomah) disebabkan dia lebih mengutamakan istrinya daripada dirinya. Nabi meminta kepada sang ibu untuk mencabut kutukannya. Namun dia tidak bersedia, lantaran sudah kadung (terlanjur) sakit hati. Akhirnya Nabi pun menyuruh para shahabatnya agar mengumpulkan kayu bakar untuk membakar Al-Qamah, supaya lekas mati.. Bagaimanapun juga, sebagai seorang ibu, dia tak tega putranya mengalami nasib seperti itu, lalu mencabut kutukannya. Sedetik kemudian Al-Qamah mampu mengucapkan Laa Ilaaha Illallah. Lalu wafatlah dia.”
~ Kisah ini sangat masyhur dan laris, dipasarkan oleh para khatib di mimbar-mimbar, dan masyhur disampaikan di sekolah-sekolah terutama dalam buku-buku kurikulum atau dalam acara yang biasa disebut sebagai “Hari Ibu” yaitu pada tanggal 22 Desember Masehi.
~ Takhrij Kisah ~
Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam Al-Maudhu’at [3/37]. Al-Uqaili dalam Adh-Dhu’afa Al-Kabir [3/461], Al-Khara’iti dalam Masawi’ Al-Ahlaq 120, al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 6/197 dari jalan Faid Abu Warqa’ dari Abdullah bin Abi Aufa.
~ Derajat Kisah ~
'KISAH INI MAUDHU’. Letak kecacatan kisah ini karena pada sandanya terdapat rowi yang bernama Faid Abul Warqo’. Oleh karenanya, Al-Haitsami berkata “Hadits riwayat Ath-Thabaroni dan Ahmad secara ringkas sekali, tetapi dalam sanadnya terdapat seorang rawi yang bernama Faid Abu Warqa’, dia seorang yang matruk (ditinggalkan).”
Imam Ahmad berkata, “Matruk.” Ibnu Ma’in berkata, “Lemah dan tidak dipercaya.” Abu Hatim berkata: “Hadits-haditsnya dari Abdullah bin Abi Aufa adalah batil (termasuk hadits ini–pent). Seandainya ada orang yang bersumpah bahwa seluruh haditsnya (Faid bin Abu Warqa’) palsu, tidaklah dia disebut seorang pengecut.” Imam Bukhari berkata, “Munkarul Hadits.” Al-Hakim berkata, “Dia meriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa hadits-hadits maudhu’ (palsu).”
~ Komentar Ulama ~
Ibnul Jauzi juga berkata: “Hadits ini tidak shahih dari Rasulullah .”
Imam Adz-Dzahabi menyebutkan kisah ini secara ringkas dan berkata: “Termasuk musibah Dawud bin Ibrahim adalah perkataannya: “Menceritakan kami Ja’far bin Sulaiman, menceritakan kami Faid dari Ibnu Abi Aufa.” kemudian beliau (Adz-Dzahabi) menyebutkan kisah ini lalu berkata, “Faid adalah seorang yang hancur.”
Al-Hafizh Ibnu Hajar juga mengatakan hal serupa dalam Lisanul Mizan [3/8].
Al-Hafizh Al-Haitsami berkata dalam kitabnya Majma’uz Zawaid [8/271], “Hadits riwayat Ath-Thabaroni dan Ahmad secara ringkas sekali, tetapi dalam sanadnya terdapat seorang rawi yang bernama Faid Abu Warqa’, dia seorang yang matruk.”
Kisah ini juga dilemahkan oleh para ulama lainnya seperti al-Uqaili , al-Baihaqi , al-Mundziri , adz-Dzahabi , Ibnu Arraq , asy-Syaukani dan sebagainya.
Kesimpulanya, hadits ini adalah maudhu’, tidak shahih.
~ Siapakah Al Qomah Sebenarnya?! ~
Nama Al Qomah dalam kisah ini tidak jelas dan tersembunyi. Nampaknya, nama Al Qomah hanyalah dibuat-buat oleh para pemalsu hadits. Sebab, shahabat Nabi yang bernama Al-Qamah sangat jauh dari kisah bathil ini. Hal tersebut sangat jelas bagi mereka yang membaca sejarah shahabat yang bernama Al-Qamah seperti dalam kitab Al-Ishobah [4/262] no. 5654-5474 oleh Ibnu Hajar dan Usdul Ghabah (4/81) oleh Ibnu Atsir. Oleh karena itu, dalam kisah ini kita tidak mendapati secara jelas namanya, baik ayah, kakek, nama qabilah, kunyahnya dan lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar